rusaknya hutan gayo sebagai paru-paru dunia


MARAKNYA ILEGALLOGING DI BENER MERIAH



Tak di sangka, bagaikan buah yang dalamnya busuk. Jika di lihat dari luar seolah buah itu baik dan sedap rasanya, namun ketika di kupas ternyata buah tersebut dalamnya busuk dan tak sedap lagi orang untuk memakannya.

Begitulah nasib hutan di kabupaten Bener Meriah, jika kita hanya mendengarkan cerita dari Dinas Kehutanan Bener Meriah, seolah hutan di Bener Meriah telah terjaga kelestariannya dan utuh tanpa ada yang mengganggu. Namun jika kita menelusuri keadaan yang sebenarnya, ternyata keadaan hutan lindung dan hutan produksi di Bener Meriah tak seperti itu.

Buktinya, saat tim gabungan dari Polres persiapan Bener Meriah, Batalyon Infanteri 114 Satria Musara, Kodim 0106 Aceh Tengah dan Polisi Hutan (POLHUT) Bener Meriah sedang melakukan patroli rutin di daerah kecamatan Syah Utama, dan kecamatan Permata, Bener Meriah, mereka masih menemukan banyak tumpukan kayu olahan siap pakai.

Awalnya jumat siang 16 januari 2009. tim gabungan tersebut seperti biasanya melakukan patroli rutin di sekitar hutan lindung dan hutan produksi secara bergantian. Saat itu mereka ( tim gabungan) melakukan patroli di daerah kampong Wer Tingkem kecamatan Syah Utama, Bener Meriah.

Sampai di kawasan Wer Tingkem, tim gabungan langsung melakukan penyisiran di kawasan hutan lindung. Tak lama mereka melakukan penyisiran, mereka menemukan beberapa tumpuk kayu olahan dengan ukuran yang berragam dan terpisah pisah. Tak jauh dari tumpukan kayu olahan itu tampak sebuah gubuk yang berukuran sekitar 4 x 6 meter. Di duga gubuk tersebut di jadikan sebagai tempat peristirahatan pelaku pembalakan liar itu.

Tak menunggu lama, tim gabungan yang di temani beberapa warga langsung melangsir sebagian kayu tadi untuk di bawa ke Mapolres Bener Meriah sebagai bukti. Mendengar laporan tersebut, Sabtu pagi Kapolres Bener Meriah AKBP Helmy Kwarta S.ik. MH, memerintahkan melalui Kasat Reskrim Polres Bener Meriah untuk melakukan pengangkutan temuan kayu illegal di kampong Wer Tingkem tadi.

Di pimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Bener Meriah, Iptu Jatmiko akhirnya Operasi ilegalloging yang di lakukan oleh tim gabungan di daerah Wer Tingkem membuahkan hasil yang tidak sedikit pula. 225 kayu olahan dengan beragam ukuran berhasil di angkut ke Mapolres Bener Meriah.

Tak hanya sampai di situ, senin 19 Januari 2009, tim gabungan kembali melakukan Operasi ilegalloging. Namun kali ini mereka menyisir daerah kampong Camp kecamatan Permata, Bener Meriah.

Saat itu Senin 19 Januari 2009 Jam 06.30 Wib, suasana halaman Mapolres Bener Meriah tampak sudah ramai oleh anggota Polisi Polres tersebut. Dan di tempat itu juga tampak truk pengangkut pasukan milik Polres Bener Meriah dan sebuah mobil kijang inova sudah stan by. Media ini yang sebelumnya sudah mendapat informasi dari Kapolres Bener Meriah Helmy Kwarta S.ik. MH, bahwa di hari itu tim gabungan dari Polres Bener Meriah, Batalyon 114 Satria Musara, Kodim 0106 Aceh Tengah, dan personil Polisi Hutan (Polhut) Bener Meriah akan melakukan operasi Ilegalloging juga sudah hadir di halaman Mapolres Bener Meriah untuk mengikuti operasi tersebut.

Tepat jam 07.00 Wib, Personil kepolisian Polres Bener Meriah yang memakai pakaian bebas dan bersenjata lengkap langsung berangkat menuju Batalyon 114 Satria Musara untuk bersama-sama melakukan operasi ilegalloging.

Tak lama perjalanan, sampailah kami di markas Batalyon Infanteri 114 Satria Musara, Bener Meriah. Rupanya di sana beberapa personil TNI dari Batalyon 114 dan Kodim 0106 Aceh Tengah yang memakai seragam lengkap dan sebuah mobil pengangkut pasukan milik Batalyon tersebut sudah siap berangkat.

Tanpa basa-basi, tim gabunganpun langsung berangkat menuju tempat sasaran di kampong camp kecamatan Permata, Bener Meriah. Di tengah perjalanan tampak beberapa anggota Polhut bener Meriah juga sudah menunggu kami.

Jalan berbatu dan berlubang membuat kami sangat tidak nyaman berada diatas mobil tersebut. Tapi apa mau di kata, dua truk pasukan dan satu buah mobil kijang inova yang di gunakan oleh tim gabungan tadi harus bias melewati hancunya jalan tersebut. Keadaan jalan di beberapa kampong di kecamatan Permata, Bener meriah itu sebenarnya sudah sangat tidak layak di gunakan sebagai jalan umum jika di lihat dari jumlah penduduknya, seharusnya jalan tersebut sudah di aspal oleh Pemda Bener Meriah.

Banyak warga kampong setempat yang kami lihat kesulitan melewati jalan berbatu dan berlubang itu. Apalagi masyarakat di daerah itu berprofesi sebagai petani, mereka menggunakan sepeda motor untuk mengangkut hasil tani mereka. Namun saying medan yang mereka lalui seperti itu berlubang dan berbatu.

“naik mobil saja kita kesusahan, apalagi naik sepeda motor pasti lebih susah lagi” ungkap seorang rekan dari media local yang juga ikut serta dalam rajia tersebut. Tak terasa sekitar jam 10.45 Wib kami sampai di kampong Camp kecamatan Permata, Bener Meriah.

Saat itu suasana di sana sedang ber kabut. Setelah kami turun dari mobil, saat tim sampai di kampong Camp, tim tersebut melihat ada bekas ban mobil berantai sepertinya belum lama baru melewati jalan itu, merasa curiga, Kasat Reskrim Polres Bener Meriah Iptu Jatmiko memerintahkan sebagian anggotanya untuk memeriksa sekitar tempat itu.

Dengan sangat hati-hati karena jalan yang di lewati licin, media ini pun ikut anggota tim mengecek tempat itu, memastikan bahwa di sana ada kayu olahan atau tidak. Di depan kami tampak juga ibu-ibu dan beberapa orang anak-anak yang baru pulang sekolah melintasi jalan tersebut.

Setelah 15 menit kami melakukan jalan kaki, kami menemukan satu tumpukan kayu olahan yang sepertinya sengaja di tumpuk di pinggir jalan untuk di angkut oleh pelaku ilegalloging tersebut. Perjalanan kami lanjutkan untuk mengetahui lebih jauh di mana para pelaku ilegalloging menyimpan kayu illegal itu.

Hanya berjarak sekitar 50 meter, kami kembali menemukan tumpukan kayu lagi. Ternyata di daerah itu banyak kami menemukan tumpukan kayu olahan dengan berbagai ukuran yang siap angkut. Meskipun medan yang kami lewati berlumpur dengan penuh semangat tim gabungan melakukan penyisiran di sekitar kampong Camp itu.

Gemricih suara aliran sungai yang tak jauh dari tempat itu membuat suasana kami menjadi seperti menyatu dengan alam, sehingga rasa letih yang ada di tubuh kami seolah hilang terbawa derasnya aliran sungai. Perjalanan terus kami lanjutkan hingga kami sampai di sebuah rumah milik penduduk setempat.

Rumah di daerah itu terpisah-pisah jauh, maklum seperti umumnya masyarakat gayo di daerah pedalaman seperti itu, mereka membangun rumah mereka ti lokasi kebun mereka masing-masing sehingga antara rumah yang satu dengan yang lain berjarak jauh-jauh.

Setelah tim gabungan memastikan bahwa pengecekan lokasi sudah cukup, kamipun kembali ke tempat mobil tadi. Mobilpun di siapkan untuk masuk ke jalan yang becek dan berlumpur itu.

Belum jauh mobil melaju, nasib sial menimpa tim. Mobil milik Batalyon 114 Satria Mushara itu terjebak di atas jalan becek dan berlumpur itu. Bermacam usaha di lakukan untuk bias membebaskan mobil dari jebakan Lumpur itu. Mulai dari memberikan sampah di bagian badan jalan sampai menyiramkan pasir. Sekitar 4 jam mobil terjebak di sana.

Antusias masyarakat dan kerja sama yang baik dari tim gabungan akhirnya bias membebaskan mobil dari jebakan licinnya jalan tersebut. Tak terasa perut kamipun sedah mulai keroncongan. Sekitar jam 15.00 Wib, kami bersama tim beristirahat sejenak untuk makan siang.

Setelah selesai makan siang, tim mulai melakukan pelangsiran kayu yang sebelumnya sudah di cek oleh beberapa orang dari tim. Berjarak tak kurang dari 50 meter secara terpisah, tim termasuk rekan-rekan dari beberapa media yang ikut dalam operasi tersebut juga turut membantu melansir kayu-kayu olahan itu.

Jenis-jenis kayu olahan yang kami angkat mulai dari yang berukuran 2x6 sebanyak 47 batang, 2x4 sebanyak 134 batang, 2,1/2x6 sebanyak 96 dan papan berukuran 1x9 dengan panjang 2 meter sebanyak 86 batang.

Kerja sama pun terjalin antara satu orang dengan yang lain. Seperti mengangkat kayu olahan berukuran 2,1/2 x 6, kami harus kerja sama dua orang untuk mengangkatnya. Saat itu tim di bagi dua, karena di tempat yang sedikiy jauh dari tempat itu tim juga menemukan satu tumpuk kayu yang sepertinya dengan sengaja sudah di senbunyikan oleh pelaku.

Di dalam jurang yang tak begitu jauh, tim kembali menemukan kayu olahan. Untuk mengangkat kayu dari dalam jurang, tim sepertinya kewalahan. Setelah tim berkordinasi antara sesama satuan, akhirnya tim sepakat untuk meminta bantuan kepada masyarakat setempat untuk membantu menyelamatkan kayu tadi dari dalam jurang.

Dari catatan Reskrim Polres Bener Meriah, kejahatan ilegalloging di Bener meriah selama tahun 2008 ada 11 kasus. Dan menurut Kasat Reskrim Bener Meriah Iptu Jatmiko, kejahatan ilegalloging yang terjadi sepanjang 2008 itu telah menyebabkan kerugian Negara mencapai ratusan juta Rupiah.

Dan di jelaskan dalam catatan Reskrim tersebut, yang paling banyak terjadi kejahatan ilegalloging di daerah kecamatan Permata dan kecamatan Syah Utama, Bener Meriah. Disebutkan oleh Jatmiko, terjadi pembalakan kayu di hutan Negara secara liar (Ilegalloging) yang terjadi selama tahun 2008 di kecamatan Permata, Bener Meriah sebanyak tiga kasus yang berhasil di tangani oleh anggota Polres Bener Meriah bersama tim gabungan dan di kecamatan Syah Utama sebanyak 4 kasus ilegalloging selama tahun 2008 yang berhasil di tangani oleh aparat gabungan dari bener meriah.

Kabut semakin tebal, dan haripu semakin sore, kami belum juga selesai melansir kayu-kayu illegal tadi. Sekitar jam 16.00 Wib, barulah tim selesai melansir kayu illegal itu. Mobilpun harus berputar arah untuk kembali ke Mapolres.

Namun kembali nasib malang menghampiri kami. Mobil tim yang sudah penuh berisikan kayu kembali terjebak di jalan yang berair. Ban mobil kami masuk ke dalam tanah yang berair sehingga mobil tidak bias melaju.

Dengan sisa-sisa tenaga yang ada, tim gabungan yang di Bantu oleh anggota dari pos bantuan yang ada di kampong Camp tersebut berusaha melepaskan mobil dari jebakan itu. Berbagai usaha di lakukan. Kamipun terpaksa menurunkan sebagian kayu yang sudah tersusun rapi di dalam bak truk itu.

Berkat bantuan dari pos dan kerja sama yang baik sesame anggota dalam tim, Sampai jam 17.45 wib, barulah truk milik Batalyon 114 yang sudah bermuatan penuh dengan kayu - kayu illegal itu baru terlepas dari jebakan.

Setelah mobil lepas dari jebakan, tim gabungan kembali melansir kayu yang di turunkan tadi. Setengah jam kami melansir kayu-kayu tadi sampai sekitar jam 18.00 Wib. Operasi ilegalloging hari itu di kampong camp, Permata, Bener Meriah, berhasil menangkap dua truk kayu olahan.

Waktu sudah menunjukan pukul 18.10 Wib, tim harus segera kembali ke Mapolres Bener Meriah. Ketika tim sampai di Polsek Permata di kampong Permata, kecamatan Permata, Bener Meriah, tepat jam 19.00 Wib, tim mendapatkan informasi bahwa di salah satu panglong di daerah itu menampung kayu illegal.

Tanpa banyak basa-basi, tim langsung mengecek panglong tersebut. Ternyata benar, di panglong milik warga setempat terdapat ratusan batang kayu olahan dengan derbagai ukuran. Tim segera mencari truk lain untuk mengangkut kayu tersebut karena dua truk yang di bawa oleh tim sudah penuh dengan ratusan kayu tangkapan dari kampong Camp tadi.

Sepanjang hari itu tim gabungan berhasil menyita 3 truk kayu olahan dari kecamatan permata. Menurut Kapolres Bener Meriah Kompol Helmy Kwarta S.ik,MH. Pihaknya yang bekerja sama dengan tim gabungan akan terus melakukan operasi ilegalloging ke seluruh daerah rawan ilegalloging di Bener Meriah demi melindungi hutan yang ada di Bener Meriah.

Tidak ada komentar: